Sabtu, 12 September 2015

WISATA KOTA PONTIANAK



1.      Tugu khatulistiwa merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di kota Pontianak, tugu yang menandakan garis lintang 0 derajat yang menunjukan bahwa Pontianak merupakan salah satu kota yang paling tengah di dunia.
Ini dia salah satu tempat teristimewa di Pontianak , Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument.  Kenapa istimewa? Yah, itu tadi karena memang kota ini dilalui garis khayal khatulistiwa.
Untuk menandainya garis khayal itu, dibangun sebuah Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument pada garis lintang nol derajat yang terletak di Siantan, sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Pontianak ke arah Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak.
Setiap pengunjung yang datang pasti selalu penasaran dan mencari tahu letak persis titik lintang nol derajat yang membelah bumi secara horizontal. 
Hampir bisa dipastikan bahwa pada awalnya semua pengunjung takjub melihat keunikan tugu yang terbuat dari kayu ulin ini. Selain menikmati keunikan Tugu Khatulistiwa,  yang paling banyak dicari pengunjung adalah mencari tahu letak persis titik lintang nol derajat yang membelah bumi secara horizontal. 
Lalu, apa istimewanya garis lintang nol derajat tersebut? Sebenarnya, garis khatulistiwa atau garis ekuator hanyalah buatan manusia. Masih ingat tidak? Garis tersebut ada di pelajaran geografi. Dalam pelajaran tersebut, bumi diibaratkan dibagi menjadi dua bagian, yakni belahan utara dan belahan selatan. Dari pembagian itu, bisa dilihat, Kota Pontianak berada persis di tengah-tengah garis tersebut.


2.        Alun-alun kapuas. Selain menjadi jalur dari transportasi air, Sungai Kapuas juga dimanfa'atkan tepiannya sebagai taman rekreasi keluarga. Tempat wisata ini berada di depan kantor walikota, banyak orang mengunjungi tempat ini pada sa'at sore dan malam hari. Taman rekreasi ini memiliki luas sekitar 3 hektar dengan replika Tugu Khatulistiwa pada salah stu sudutnya. Selain menikmati indah suasana taman, anda juga bisa menyantap aneka kuliner yang dijual di sekitar lokasi.


3.        Aloe vera center, Aloe Vera Center adalah tempat budidaya tanaman lidah buaya, barada di Jalan Budi Utomo, Pontianak Utara. Anda bisa menuju tempat wisata ini dari terminal Kapuas dengan naik angkot jurusan Siatan Hilir. Di tempat ini, anda bisa menjumpai tanaman lidah buaya yang berukuran raksasa, bisa anda bayangkan, berat setiap pelepahnya mencapai 1,2 kg.

Selain itu, anda juga bisa melihat proses pengolahan tanaman lidah buaya ini menjadi aneka makanan, seperti permen, dodol, dan tepung. Selain diolah menjadi makanan, tanaman ini juga diolah menjadi krim untuk kulit. Untuk oleh-oleh, anda bisa membeli aneka produk olahan tadi untuk teman atau keluarga di rumah.

4.        Museum kalimantan barat, Museum yang berada di Kalimantan Barat ini disebut juga sebagai Museum Negeri Pontianak. Tempat wisata bersejarah ini berada di Jalan Jendral Ahmad Yani, Pontianak. Di Museum ini ada pembagian tiga zona yang tga zona tersebut memiliki koleksi yang berbeda-beda. Mulai dari penemuan artefak di Kalimantan barat, benda-benda kerajaan, kerajinan seni dan budaya suku Dayak, hingga koleksi keramik dari Cina. Di luar bangunan museum ini, akan ada sebuah taman kecil dengan jembatan kayu yang biasanya dijadikan lokasi untuk berfoto pengunjung. Jika Anda ingin berkunjung ke tempat ini, ada baiknya mengetahui jam bukanya yakni setiap hari Selasa - Kamis, jam 08:00 – 16:00 dan Jumat - Minggu, jam 08:00 – 15:00. Nmaun jangan pada hari Senin karena tempat wisata ini tutup.
5.       
       
        Masjid Jami’. Nama populer masjid ini Masjid Sultan Syarif Abdurrahman. Masjid Jami Pontianak menjadi saksi asal mula kota Pontianak bersama Keraton. Bangunan masjid ini memiliki atap masjid yang bertingkat empat. Sementara di dalamnya juga terdapat empat pilar utama dari kayu belian berdiameter 0,5 meter. Masjid ini mampu menampung hingga 1.500 orang jamaah. Bangunan Masjid Jami Pontianak dibangun dengan gaya rumah panggung. Hal ini untuk menghindari banjir saat Sungai Kapuas meluap. Masjid Jami Pontianak berlokasi sekitar 200 meter dari Keraton Kadriah. Di dekat masjid, terdapat sebuah pasar tradisional yang tepatnya berada di sebelah kiri pintu masuk masjid. Sehingga Anda bisa menyempatkan untuk mampir berbelanja membeli ikan segar dari sungai Kapuas di pasar tradisional ini.


6.        Makam Sultan batu layang, Tempat wisata ini merupakan kompleks tempat pemakaman tujuh sultan Pontianak dan keluarganya. Makam utama disini adalah makam sultan pertama yaitu makam Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie, yang letak makamnya berada di dalam sebuah ruangan tepatnya di tengah kompleks yang berbentuk mirip bunker kecil. Untuk pintu masuk peziarah dibuat rendah, jadi para peziarah harus merunduk ketika memasuki. Hal ini juga sebagai penghormatan pada sultan. Di luar area kompleks terdapat sebuah gundukan batu berwarna hijau. Batu ini yang sering disebut sebagai batulayang. Tempat kompleks pemakaman ini berada sekitar 2 km dari Tugu Khatulistiwa. Jika Anda ingin kesini, tak perlu mengeluarkan biaya untuk masuk karena tidak dipungut biaya.

7.        Keraton Kadriah dibangun tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie yakni sultan pertama Kesultanan Pontianak. Letak Keraton Kadriah ini berada di Jalan Tritura, Pontianak. Bangunan dari keraton ini didominasi oleh warna kuning dan terbuat dari bahan kayu belian. Kayu belian di Kalimantan terkenal sebagai kayu besi karena kekuatannya.

Di halaman Keraton Kadriah,ada meriam kuno bekas peninggalan Jepang dan Portugis. Di dalam bangunan, terdapat singgasana sultan dan permaisuri, lengkap dengan foto-foto sultan, pakaian sultan dan berbagai koleksi lainnya milik sultan. Ada salah satu koleksi yang unik yaitu sebuah Al Quran yang ditulis dengan tangan Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie.

Mungkin itulah destinasi wisata Pontianak, see you next time.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar