1. Tugu khatulistiwa merupakan salah
satu destinasi wisata yang ada di kota Pontianak, tugu yang menandakan garis
lintang 0 derajat yang menunjukan bahwa Pontianak merupakan salah satu kota
yang paling tengah di dunia.
Ini dia
salah satu tempat teristimewa di Pontianak , Tugu Khatulistiwa atau
Equator Monument. Kenapa istimewa? Yah, itu tadi karena memang kota
ini dilalui garis khayal khatulistiwa.
Untuk
menandainya garis khayal itu, dibangun sebuah Tugu Khatulistiwa atau Equator
Monument pada garis lintang nol derajat yang terletak di Siantan, sekitar
tiga kilometer dari pusat Kota Pontianak ke arah Kecamatan Sungai Pinyuh,
Kabupaten Pontianak.
Setiap
pengunjung yang datang pasti selalu penasaran dan mencari tahu letak persis
titik lintang nol derajat yang membelah bumi secara horizontal.
Hampir bisa dipastikan bahwa pada awalnya semua pengunjung takjub melihat
keunikan tugu yang terbuat dari kayu ulin ini. Selain menikmati keunikan Tugu
Khatulistiwa, yang paling banyak dicari pengunjung adalah mencari
tahu letak persis titik lintang nol derajat yang membelah bumi secara
horizontal.
Lalu, apa
istimewanya garis lintang nol derajat tersebut? Sebenarnya, garis
khatulistiwa atau garis ekuator hanyalah buatan manusia. Masih ingat tidak?
Garis tersebut ada di pelajaran geografi. Dalam pelajaran tersebut, bumi
diibaratkan dibagi menjadi dua bagian, yakni belahan utara dan belahan selatan.
Dari pembagian itu, bisa dilihat, Kota Pontianak berada persis di tengah-tengah
garis tersebut.
2.
Alun-alun
kapuas. Selain menjadi jalur dari transportasi air, Sungai Kapuas juga
dimanfa'atkan tepiannya sebagai taman rekreasi keluarga. Tempat wisata ini
berada di depan kantor walikota, banyak orang mengunjungi tempat ini pada sa'at
sore dan malam hari. Taman rekreasi ini memiliki luas sekitar 3 hektar dengan
replika Tugu Khatulistiwa pada salah stu sudutnya. Selain menikmati indah
suasana taman, anda juga bisa menyantap aneka kuliner yang dijual di sekitar
lokasi.
3.
Aloe vera center, Aloe Vera Center
adalah tempat budidaya tanaman lidah buaya, barada di Jalan Budi Utomo,
Pontianak Utara. Anda bisa menuju tempat wisata ini dari terminal Kapuas dengan
naik angkot jurusan Siatan Hilir. Di tempat ini, anda bisa menjumpai tanaman
lidah buaya yang berukuran raksasa, bisa anda bayangkan, berat setiap
pelepahnya mencapai 1,2 kg.
Selain itu, anda juga bisa melihat proses pengolahan tanaman lidah buaya ini
menjadi aneka makanan, seperti permen, dodol, dan tepung. Selain diolah menjadi
makanan, tanaman ini juga diolah menjadi krim untuk kulit. Untuk oleh-oleh,
anda bisa membeli aneka produk olahan tadi untuk teman atau keluarga di rumah.
4.
Museum kalimantan barat, Museum yang
berada di Kalimantan Barat ini disebut juga sebagai Museum Negeri Pontianak.
Tempat wisata bersejarah ini berada di Jalan Jendral Ahmad Yani, Pontianak. Di
Museum ini ada pembagian tiga zona yang tga zona tersebut memiliki koleksi yang
berbeda-beda. Mulai dari penemuan artefak di Kalimantan barat, benda-benda
kerajaan, kerajinan seni dan budaya suku Dayak, hingga koleksi keramik dari
Cina. Di luar
bangunan museum ini, akan ada sebuah taman kecil dengan jembatan kayu yang
biasanya dijadikan lokasi untuk berfoto pengunjung. Jika Anda ingin berkunjung
ke tempat ini, ada baiknya mengetahui jam bukanya yakni setiap hari Selasa -
Kamis, jam 08:00 – 16:00 dan Jumat - Minggu, jam 08:00 – 15:00. Nmaun jangan
pada hari Senin karena tempat wisata ini tutup.
5.
Masjid Jami’.
Nama populer masjid ini Masjid Sultan Syarif Abdurrahman. Masjid Jami
Pontianak menjadi saksi asal mula kota Pontianak bersama Keraton.
Bangunan masjid ini memiliki atap masjid yang bertingkat empat. Sementara di
dalamnya juga terdapat empat pilar utama dari kayu belian berdiameter 0,5
meter. Masjid ini mampu menampung hingga 1.500 orang jamaah. Bangunan Masjid
Jami Pontianak dibangun dengan gaya rumah panggung. Hal ini untuk menghindari
banjir saat Sungai Kapuas meluap. Masjid Jami Pontianak berlokasi sekitar 200
meter dari Keraton Kadriah. Di dekat masjid, terdapat sebuah pasar tradisional
yang tepatnya berada di sebelah kiri pintu masuk masjid. Sehingga Anda bisa
menyempatkan untuk mampir berbelanja membeli ikan segar dari sungai Kapuas di
pasar tradisional ini.
6.
Makam Sultan batu layang, Tempat wisata ini merupakan
kompleks tempat pemakaman tujuh sultan Pontianak dan keluarganya. Makam utama
disini adalah makam sultan pertama yaitu makam Sultan Syarif Abdurrahman
Alqadrie, yang letak makamnya berada di dalam sebuah ruangan tepatnya di tengah
kompleks yang berbentuk mirip bunker kecil. Untuk pintu masuk peziarah dibuat
rendah, jadi para peziarah harus merunduk ketika memasuki. Hal ini juga sebagai
penghormatan pada sultan. Di luar area kompleks terdapat sebuah gundukan batu
berwarna hijau. Batu ini yang sering disebut sebagai batulayang. Tempat
kompleks pemakaman ini berada sekitar 2 km dari Tugu Khatulistiwa. Jika Anda
ingin kesini, tak perlu mengeluarkan biaya untuk masuk karena tidak dipungut
biaya.

7.
Keraton
Kadriah dibangun tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie yakni
sultan pertama Kesultanan Pontianak. Letak Keraton Kadriah ini berada di Jalan
Tritura, Pontianak. Bangunan dari keraton ini didominasi oleh warna kuning dan
terbuat dari bahan kayu belian. Kayu belian di Kalimantan terkenal sebagai kayu
besi karena kekuatannya.
Di halaman
Keraton Kadriah,ada meriam kuno bekas peninggalan Jepang dan Portugis. Di dalam
bangunan, terdapat singgasana sultan dan permaisuri, lengkap dengan foto-foto
sultan, pakaian sultan dan berbagai koleksi lainnya milik sultan. Ada salah
satu koleksi yang unik yaitu sebuah Al Quran yang ditulis dengan tangan Sultan
Syarif Abdurrahman Alqadrie.
Mungkin
itulah destinasi wisata Pontianak, see you next time.